Pada tanggal 24 Desember 2021 Pukul 09.35 s.d 10.39 WIB bertempat di Pasar Rejowinangun Jl. Mataram Kel. Rejowinangun Selatan, Kec. Magelang Selatan, Kota Magelang telah dilaksanakan Kegiatan Kunjungan Lapangan Bersama Forkopimda Memantau Ketersediaan Stok dan Harga Kebutuhan Pokok Masyarakat dalam rangka Menyambut Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 di Kota Magelang yang dipimpin Wakil Walikota Magelang (K.H. Drs. M. Mansyur, M.Ag) diikuti lk 20 orang. Sehari sebelum perayaan Natal 2021, Forpimda Kota Magelang meninjau langsung stok dan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional,
Hadir dalam kegiatan sbb :
1) Wakil Walikota Magelang K.H. Drs. M. Mansyur, M.Ag;
2) Dandim 0705/Magelang Letkol Arm Rohmadi,S.Sos.,M.Tr (Han);
3) Kapolres Magelang Kota AKBP Asep Mauludin S.I.K, MH;
4) Wakapolres Magelang Kota Kompol Supriyadi;
5) Asisten II Sekda Kota Magelang Bp. Yonas;
6) Kepala Pengadilan Negeri Kota Magelang Sri Harsiwi SH.,MH;
7) Dan Unit Inteldim 0705/Magelang Letda Inf Jumadi;
8) Kadisperindag Kota Magelang Bp. Catur;
9) Kepala UPT Pasar Rejowinangun Bp. Dodong Hariyanto.
Wakil Walikota Magelang didampingi Forkopimda Kota Magelang tiba di pasar Rejowinangun Kota Magelang; dan melakukan peninjauan pedagang sembako, pedagang daging sapi dan kambing, pedagang daging ayam di lantai 1 Pasar Rejowinangun Kota Magelang. kegiatan dilanjutkan menuju Superindo Jl. Gatot Soebroto Kec. Magelang Tengah Kota Magelang untuk peninjauan ketersediaan sembako. Dalam Kesempatan ini Wakil Wali Kota Magelang, M Mansyur, menyampaikan bahwa harga yang sedang tinggi cabai rawit sampai Rp 65.000-Rp 79.000/kg. Kenaikannya sampai belasan ribu rupiah. Juga telur yang naiknya sampai Rp 8.000/kg dari Rp 25.000 menjadi Rp 33.000 sekian perkilogram. Kenaikan ini disebabkan karena momen hari raya, sama halnya ketika menjelang Idul Fitri. Meski naik, Mansyur menilai kenaikan ini masih terbilang wajar, karena persentase kenaikannya tidak sampai 50 persen. Pemkot sudah lakukan upaya untuk menekan agar harga tidak naik lagi. Tinjauan atau sidak seperti ini juga bagian dari upaya kami agar harga kebutuhan pokok tidak terus meningkat, banyak pedagang di pasar yang mengeluhkan kenaikan harga ini, karena sepi pembeli. “Pembeli ga mampu membeli kalau harganya tinggi begitu. Maka, kami terus berupaya agar harga bisa turun kembali,” tandasnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang, Catur Budi Fajar menjelaskan bahwa alam sepekan ini ada sekitar 10 komoditas kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan harga. Di antaranya yang paling tinggi aalah cabai rawit, telur, dan minyak goreng.Kenaikan Masih dalam kewajaran, Kami sudah usul ke Bulog dan Kementerian agar diadakan operasi pasar (OP). Sekarang tinggal menunggu saja tindak lanjutnya dari pemerintah pusat. Pemkot sendiri, katanya, tidak memiliki kewenangan dan kemampuan untuk mengadakan operasi pasar (OP). Termasuk tidak bisa mengadakan pasar murah, karena terkendala aturan protokol kesehatan (Prokes) dan anggaran yang mengalami refocusing. “Kita akan terus pantau perkembangan harganya. Bahkan, sebelum ini pun kami selalu update setiap hari harga-harga komoditas di pasar tradisional. Informasi harga ini penting untuk diketahui pembeli maupun penjual,” paparnya.