ZIARAH KEBANGSAAN DAN PENINGKATAN WASBANG

Ditulis oleh | Tanggal | Dibaca

Dalam rangka Pelaksanaan Program Kerja Koordinasi di Bidang Ideologi Wawasan Kebangsaan, Bela Negara, Karakter Bangsa, Pembauran Kebangsaan, Bhinneka Tunggal Ika dan Sejarah Kebangsaan, Badan Kesbangpol bersama dengan Komisi A DPRD Kota Magelang telah melaksanakan kegiatan Ziarah Kebangsaan dan Peningkatan Wawasan Kebangsaan ke Kota Surabaya dan Kota Malang. Kegiatan ini diikuti oleh 90 orang yang terdiri dari Pengurus FPBI, Pengurus FKUB, Konstituen Parpol.

Maksud dan tujuan kegiatan tersebut, antara lain :

  1. Menambah wawasan/pengetahuan dari daerah tujuan terkait tupoksi Kesbangpol dengan penekanan prioritas optimalisasi peran FKUB dan FPBI/FPK
  2. Sebagai studi komparasi untuk mengetahui implementasi pembangunan non fisik melalui program penguatan ideologi dan pengembangan wawasan kebangsaan
  3. Meningkatkan dan memantapkan wawasan kebangsaan sebagai upaya membangun persatuan dan kesatuan bangsa yang dilandasi semangat persaudaraan yang tulus dan nilai-nilai kejuangan dalam naungan NKRI
  4. Menanamkan dan menumbuhkembangkan kesadaran berbangsa dan bernegara serta rasa cinta tanah air melalui kegiatan ziarah untuk mengenang perjuangan para pahlawan dan menghargai jasa-jasa pahlawan

Kegiatan Ziarah Kebangsaan di Kota Surabaya dilaksanakan pada hari Kamis, 8 Desember 2022 dengan diawali dengan Seremoni Penyambutan Tamu di Balai Kota Surabaya dan diterima langsung oleh Kepala Badan Kesbangpol Kota Surabaya Maria Theresia Ekawati Rahayu, SH, MH didampingi oleh Kepala Bappedalitbang, Febrina Kusumawati, S.Si, MM dan Kepala Dinsos Kota Surabaya, Anna Fajriatin, AP, MM.

Setelah acara seremoni penyambutan tamu dilanjutkan dengan  Ziarah Kebangsaan di 3 (tiga) titik tujuan ziarah yaitu ke TMP WR. Supratman, Tugu Pahlawan dan TMP 10 November yang dipandu oleh Bapak Wantos Edi dari Dinas Sosial Kota Surabaya. Sekilas tentang tempat ziarah tersebut dapat kami samapikan sebagai berikut :

  • Taman Makam Pahlawan Wage Rudolf Soepratman :

Mengenang pencipta Lagu Indonesia Raya ini, adalah guru, wartawan, violinis dan komponis Hindia Belanda yang merupakan anggota dari grup musik jazz Black and White Jazz Band. Saat berlangsungnya malam penutupan Konggres Pemuda II yang melahirkan Sumpah Pemuda, tanggal 28 Oktober 2028 di depan peserta konggres WR. Soepratman memperdengarkan lagu ciptaannya secara instrumental dengan biola. Pada saat itulah pertama kalinya Lagu Indonesia Raya dikumandangkan di depan umum dan membuat semua yang hadir terpukau mendengarnya. Dengan cepat lagu itu terkenal di kalangan pergerakan nasional, Lagu Indonesia Raya yang merupakan perwujudan rasa persatuan dan kehendak untuk merdeka selalu dinyanyikan saat partai-partai politik mengadakan konggres.

WR. Soepratman meninggal pada tanggal 17 Agustus 1938, diberi gelar Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Indonesia dan Bintang Maha Putera Utama Kelas III pada tahun 1971. Awalnya WR. Soepratman dimakamkan di TPU Rangkah Kenjeran, dan pada tahun 1960 atas permintaan keluarga dan pemerintah dipindah ke tanah kosong di depan TPU Rangkah untuk makam pribadi WR. Soepratman.

  • Monumen Tugu Pahlawan :

Monumen yang berada di tengah Kota Surabaya ini dibangun untuk memperingati peristiwa pertempuran 10 November di Surabaya dan untuk mengenang para pahlawan yang gugur dimana arek-arek Surabaya banyak yang tewas saat berjuang melawan pasukan Sekutu bersama Belanda yang hendak menjajah kembali Indonesia.

Tugu Pahlawan menjadi ikon Kota Surabaya sebagai Kota Pahlawan, berdiri di atas tanah lapang seluas 1,3 hektare. Rencananya pembangunan Tugu Pahlawan memiliki tinggi 45 meter, namun karena berbagai kendala akhirnya tinggi yang disepakati adalah 41,15 meter dan berbentuk lingga atau paku terbalik. Tubuh monumen berbentuk lengkungan-lengkungan (canalures) sebanyak 10 lengkungan dan terbagi atas 11 ruas yang mengandung makna tanggal 10 bulan 11 tahun 1945. Di bawah monumen dihiasi dengan ukiran Trisula bergambar Cakra Stamba dan Padma sebagai simbol api perjuangan.

  • TMP Sepuluh November :

Berkunjung ke Taman Makam Pahlawan dapat menjadi ajang edukasi untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan, dengan begitu semangat juang para pahlawan dapat direfleksikan dalam kehidupan seperti semangat untuk mengukir prestasi demi diri sendiri dan Indonesia.

Taman Makam Pahlawan Sepuluh Nopember ini terletak di Jalan Mayjen Sungkono No. 190 Dukuh Pakis, Surabaya dan terawat dengan baik. Pepohonan yang rindang dan taman bunga membuat TMP Sepuluh Nopember Surabaya terasa teduh dan tidak menyeramkan. Terdapat gedung perpustakaan dan museum di sebelah kiri jalan masuk utama, namun sayang gedung sudah tidak difungsikan lagi. Tak jauh dari gedung perpustakaan, ada prasasti tentang nama-nama pahlawan yang dimakamkan di TMP tersebut. Serentetan peristiwa penting paska proklamasi 17 Agustus 1945 tercatat dalam sejarah pertempuran di Surabaya antara lain :

  • Insiden perobekan bendera Belanda yang terjadi pada tanggal 19 September 1945. Peristiwa itu menewaskan seorang berkebangsaan Belanda bernama Ploegman dan beberapa pejuang Surabaya.
  • Tanggal 31 Oktober 1945 meletuslah insiden "Jembatan Merah" Surabaya, setelah sebelumnya gagal dicapai kesepakatan gencatan senjata antara tokoh-tokoh Surabaya dengan pihak Inggris dan sekutunya. Insiden itu akhirnya menewaskan Jendral Mallaby.
  • Pada tanggal 10 November 1945, Kota Surabaya dibombardir oleh armada Inggris dan sekutunya dari berbagai penjuru. Warga Surabaya yang terdiri dari Arek-arek Suroboyo dan berbagai elemen masyarakat berusaha melakukan perlawanan namun akhirnya harus mundur. Surabaya sempat menjadi kota mati sejak peristiwa itu. Banyak sekali jatuh korban di pihak pejuang Surabaya. Sebagian kecil saja yang berhasil meloloskan diri dengan bertahan dan bergerilya dalam hutan.
  • Sejumlah nama tokoh yang sering disebut-sebut dalam percaturan pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, seperti : HR. Muhammad, Loekitaningsih, Residen Sudirman, Bu Dar Mortir, Sutomo (Bung Tomo), Dul Arnowo, Roeslan Abdulgani, Haryo Kecik, M. Soejono, Isbandijah, D. Soerip, Abdoellah, Wahib Wahab, Achijat, Soetjipto Danoekoesoemo, Mas Isman, Iswahyudi dan masih banyak lagi.

Pada hari Jumat, 9 Desember 2022 dilanjutkan dengan kunjungan kerja dalam rangka peningkatan wawasan kebangsaan di Badan Kesbangpol Kota Malang. Rombongan diterima langsung oleh Drs. I Gusti Ngurah Gede K., Analis Kebijakan Muda Sub Koordinator Subtansi Wawasan Kebangsaan pada Badan Kesbangpol Kota Malang beserta Pengurus FKUB dan Pengurus FPK Kota Malang.