PERINGATAN HARI LAHIR PANCASILA TAHUN 2020

Ditulis oleh | Tanggal | Dibaca

Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2020 dengan tema “Pancasila Dalam Tindakan Melalui Gotong Royong Menuju Indonesia Maju” dilaksanakan secara berbeda di tengah masa pandemi Covid-19 yakni melalui media elektronik, video conference atau dalam jaringan (online).

Selain itu setiap kantor instansi pusat dan daerah, kantor perwakilan Republik Indoensia di luar negeri serta seluruh komponen masyarakat Indonesia diminta untuk mengibarkan Bendera Merah Putih selama satu hari penuh pada tanggal 1 Juni 2020, dan dapat menyaksikan pelaksanaan peringatan hari lahir Pancasila secara langsung melalui media elektronik dan media sosial yang dapat dilakukan dari kantor, ruang kerja, rumah dan tempat tinggal masing-masing.

Hal ini dilakukan dalam mengantisipasi perkembangan eskalasi penyebaran Covid-19. Sedangkan pelaksanaan Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2020 di Kota Magelang sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Sekretaris Daerah Kota Magelang Nomor : 201.1/275/450 tanggal 28 Mei 2020  tentang Pengibaran Bendera dan Menyaksikan Pidato Kenegaraan Presiden.

Peringatan Hari Lahir Pancasila itu digelar secara virtual pada hari Senin, tanggal 1 Juni 2020 dipimpin langsung Presiden Republik Indonesia Bapak Ir. Joko Widodo dengan dihadiri jajaran kabinet hingga para pemimpin lembaga negara di tempat yang berbeda dan disiarkan secara langsung melalui saluran di kanal youtube, laman facebook dan instagram BPIP, TVRI dan RRI.

Upacara didahului pembacaan teks Pancasila oleh Ketua MPR Bambang Soesatyo, lalu Ketua DPR Puan Maharani yang membacakan teks Pembukaan UUD 1945. Kemudian dilanjutkan amanat Presiden Joko Widodo, sambutan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy serta pembacaan doa.

Pada awal amanatnya Presiden menyampaikan bahwa pelaksanaan peringatan Hari Kelahiran Pancasila tahun ini menguji daya juang kita sebagai bangsa di tengah pandemi Covid 19. Untuk itu Jokowi meminta seluruh pejabat negara agar tetap berpihak pada rakyat yang mengalami kesulitan dan kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan rasa kepeduliannya di masa sekarang.

Jokowi juga meminta sekaligus mengingatkan agar penyelenggara negara dari pusat sampai daerah untuk melayani masyarakat tanpa membedakan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA), serta untuk memenuhi kewajiban kita melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia sebagaimana kewajiban negara adalah untuk melindungi seluruh rakyatnya.

"Dalam menghadapi ujian tersebut, kita bersyukur bahwa Pancasila tetap menjadi bintang penjuru untuk menggerakkan kita semuanya, menggerakkan persatuan kita dalam mengatasi semua tantangan, menggerakkan rasa kepedulian kita untuk saling berbagi, memperkokoh persaudaraan dan kegotongroyongan kita untuk meringankan beban seluruh anak negeri, dan menumbuhkan daya juang kita dalam mengatasi setiap kesulitan dan tantangan yang kita hadapi," ucap Jokowi.

Selain itu Jokowi memperkirakan kondisi sulit ini akan berlangsung panjang. Oleh karena itu dia meminta semua masyarakat untuk bersiap menghadapinya.

"Tantangan yang kita hadapi tidaklah mudah, tahun ini atau bahkan tahun depan situasi yang sulit masih akan kita hadapi, situasi yang memerlukan daya juang kita sebagai bangsa, yang memerlukan kerja keras agar kita mampu melewati masa sulit itu," kata Jokowi.

"Kita tidak sendirian, 215 negara di dunia berada dalam kondisi seperti kita. Semua dalam kesulitan tapi kita juga harus menyadari semua negara tengah berlomba-lomba untuk jadi pemenang. Menjadi pemenang dalam pengendalian virus maupun menjadi pemenang dalam pemulihan ekonominya," imbuh Jokowi.