Pada hari Kamis, tanggal 21 April 2022, pukul 13.45 WIB s.d. pukul 17.48 WIB bertempat di wilayah Kota/Kab Magelang, Depan Gedung DPRD Kota Magelang telah berlangsung aksi unjuk rasa dari Aliansi Magelang Bergerak #3 (Gabungan BEM Untidar, BEM Unimma dan KASBI) dengan Koorlap 1 Sdr. Yulhaq (Unimma) dan Koorlap 2 Sdr. Lukman (Untidar) yang diikuti massa aksi + 400 orang, aksi terkait beberapa macam isu nasional maupun regional diantaranya kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng, kenaikan harga BBM, pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) dan lain-lain dengan tema "Habis Rezim Gelap Terbitlah Terang".
Aksi Unjuk Rasa diikuti oleh :
1. Sdr. Teddy Firmansyah (Ketua BEM KM UNTIDAR) koordinator umum.
2. Sdr. Muhammad Bisma Saputra (UNIMMA) Koordinator Aksi.
3. Perwakilan Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI).
4. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA).
5. Mahasiswa Universitas Tidar Magelang (UNTIDAR)
Alat peraga yang digunakan :
1. Mobil komando dan pengeras suara (soundsystem)
2. Ambulance
3. Bendera Merah Putih
4. Bendera BEM FK Untidar
5. Spanduk dan Pamflet yang bertuliskan :
a. Habis Rezim gelap, terbitlah terang
b. BBM Naik Minyak Naik, perut kami tidak kenyang makan 2 pisang
c. 404 Demokrasi Not Found
d. UU Ciptaker Marai Keblinger
e. NKRI harga naik
f. Jihad FiiMINYAKbillah
g. Pemerintah kandas, Wadas lepas
h. Demi Investasi, hak rakyat dikebiri
i. Adu Gacor sama harga BBM
j. Demokrasi atau Tirani ?
Adapun sasaran aksi adalah :
1. Kantor DPRD Kota Magelang
2. Titik kumpul : Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma), Kec. Mertoyudan Kab. Magelang
3. BEM KM Untidar berkumpul di Depan GOR SAMAPTA dengan + 32 orang dengan mengendarai 23 Sepeda Motor pada pukul 12.00 WIB bergerak menuju Titik Kumpul di Kampus 2 Unimma Magelang untuk bergabung dengan BEM Unimma dan pada pukul 13.45 rombongan bergerak menuju depan Gedung DPRD Kota Magelang.
4. Rute aksi : Longmars dari Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma), Mertoyudan Magelang - Jl. Mayjen Bambang Soegeng - Jl. Sarwo Edi Wibowo - Kantor DPRD Kota Magelang - Jl. Mayjen Bambang Soegeng - Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Magelang. (Unimma), Mertoyudan Magelang
5. Tuntutan yang disampaikan :
a. Menuntut MPR RI untuk berkomitmen tidak mengamandemen UUD NRI 1945.
b. Menuntut pemerintah untuk menurunkan dan menstabilkan harga minyak goreng.
c. Tolak pemindahan IKN pada masa krisis.
d. Menolak kenaikan BBM.
e. Tuntaskan Pelanggaran HAM yang ada di lndonesia.
f. Menuntut Pemerintah untuk mencabut UU Cipta Kerja beserta turunannya.
g. Menuntut Pemerintah Kab. Magelang dan Kota Magelang untuk memberikan sanksi tegas dan transparansi publik mengenai perusahaan yang tidak memberikan THR sesuai UU Permenaker No. 6 tahun 2016.
h. Menuntut Pemerintah Kab. Magelang untuk menyelesaikan permasalahan, mengenai pengelolaan sampah di TPA Pasuruan.
i. Menuntut Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jawa Tengah untuk mencabut IPL pertambangan Desa Wadas, serta usut tuntas tindakan represifitas aparat kepada warga wadas.
j. Menuntut Pemerintah Kab. Magelang dan Kota Magelang untuk segera mengimplementasikan UU TPKS.
Rangkaian Kegiatan Unras sbb :
1. Pada pukul 13.45 WIB Massa Aliansi Magelang Bergerak #3 mulai bergerak dari Kampus 2 Unimma Magelang menuju Kantor DPRD Kota Magelang melalui Jl. Mayjen Bambang Soegeng, Magelang.
2. Pada pukul 15.08 WIB massa tiba di Kantor DPRD Kota Magelang Jl. Sarwo Edi Wibowo, Kota Magelang selanjutnya menyampaikan orasi antara lain :
a. Perwakilan Sdr. Bisma Saputra (Unimma) yang pada intinya sebagai berikut :
1) Turunkan harga minyak dan BBM agar pekerjaan menjadi lancar.
2) Masalah moral masalah akhlaq akan kami cari sendiri.
3) Perjuangan rakyat mengetahui harga minyak goreng yang naik apakah rakyat tidak sakit.
4) Segala tuntutan yang dismpikan akan kami kawal, apabila memang tidak diindahkam atau tidak ada tindak lanjut kami siap untuk melakukan unjuk rasa dengn ekskalasi massa yang lebih besar.
b. Perwakilan dari Bp. Edi Sumekto, Ketua Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Magelang yang pada intinya sebagai berikut :
1) Pemerintah agar menurunkan harga minyak dan bbm agar tidak menyengsarakan rakyat kecil.
2) Pemerintah agar segera mencabut omnibuslaw karena mencekik kaum buruh, telah banyak korban akibat diberlakukannya omnibuslaw, mari sama sma dikawal agar omnibuslaw dicabut. Omnibuslaw sangat merugikan bagi kaum buruh.
3) Apabila tidak ada tindak lanjut maka selanjutnya akan dilakukan unras
c. Tanggapan dari Bp. Bustanul Arifin (Wakil Ketua DPRD Kota Magelang) dan Bp. Saryan Adiyanto (Ketua DPRD Kab. Magelang) antara lain :
1) Kita siap menerima audiensi para mahasiswa semua, masing-masing punya kewajiban dan tanggung jawab, mahasiswa punya tanggung jawab membela rakyat dan kami juga punya tanggung jawab menyampaikan aspirasi kepada pemerintah, semua itu dilindungi oleh UU.
2) Berkaitan dengan isu-isu yang disampaikan baik isu nasional maupun iso regional, akan kami sampaikan ke tingkat yang lebih tinggi untuk aspirasi isu nasional sedangkan untuk isu regional akan kami jawab.
3) Terkait dengan permasalahan TPA Pasuruhan masih dalam proses dicarikan solusi oleh pemerintah daerah, karena sebelumnya sudah ada tempat yang akan dijadikan TPA baru namun belum diterima terkait regulasi, sampai dengan saat ini masih dicari solusi yang tepat dan masih menunggu keputusan Pemda.
3. Pukul 16.25 WIB dilaksanakan Penandatanganan Nota Kesepakatan Tuntutan antara Massa aksi dengan Perwakilan DPRD Kota Magelang dan Perwakilan DPRD Kab. Magelang, yang selanjutnya oleh DPRD akan dikirimkan ke DPR RI melalui Fax.
4. Pada pukul 17.40 WIB dilanjutkan kegiatan buka bersama oleh seluruh peserta unjuk rasa.
5. Pada pukul 17.48 WIB kegiatan aksi unjuk rasa selesai dan berangsur-angsur membubarkan diri selanjutnya kembali ke Kampus masing-masing.