PENGEMBANGAN NILAI-NILAI PANCASILA BAGI WARGA MASYARAKAT

Ditulis oleh | Tanggal | Dibaca

Pada hari Kamis tanggal 20 Februari 2020 pukul 08.45 s.d  11.45 WIB di Pendopo Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII (Eks. Karasidenan Kedu), Jl. Pangeran Diponegoro No. 1 Magelang telah dilaksanakan Kegiatan Pengembangan Nilai - Nilai Pancasila Bagi Warga Masyarakat dengan tema *"Penguatan Ideologi Pancasila Sebagai Identitas Bangsa di Era Disrupsi dan Implementasinya Dalam Memperkokoh NKRI" yang diselenggarakan oleh Badan Kesbangpol Kota Magelang dan diikuti kurang lebih 100 orang terdiri dari pelajar SMA/SMK, guru pendamping, mahasiswa, toga, tomas, tokoh wanita, ormas dan undangan OPD.
Narasumber dalam kegiatan tersebut sbb :
- Dandim 0705/Magelang yang diwakili oleh Danramil 01/Magelang Tengah Mayor Czi Suharto;
- Kepala Prodi S2 Komunikasi FISIP UNS Surakarta, Dr. Andre Rahmanto, S.Sos, M.Si.

Acara dibuka oleh Kepala Badan Kesbangpol Kota Magelang, Hamzah Kholifi, S.Sos, M.Si. Dalam sambutannya  disampaikan beberapa hal berikut :
- Dengan diselenggarakan kegiatan ini kita perlu memberikan apresiasi dan untuk menanamkan nilai nilai luhur Pancasila kepada masyarakat Kota Magelang;
- Pemerintah Kota Magelang berusaha menumbuhkan nilai- nilai Pancasila kepada masyarakat yang ada di Kota Magelang;
- Bangsa besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawan bangsa maka dari itu marilah kita tumbuhkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat;
- Kita juga dapat mengambil contoh banyaknya kejadian di berbagai daerah terutama di bangsa kita yang kita cintai ini;
- Pancasila adalah simbol dari bangsa kita maka dari itu marilah kita sebagai warga negara yang baik mari kita amalkan nilai-nilai Pancasila tersebut untuk saling mengisi dalam kehidupan bermasyarakat dan berorganisasi dengan baik;
- Mari kita bersama sama budidayakan nilai-nilai Pancasila sebagai panutan untuk berbangsa dan bernegara;

Materi yang disampaikan Danramil 01/Magelang Tengah Mayor Czi Suharto sbb :
- Implementasi nilai- nilai Pancasila untuk memperkokoh NKRI serta konsensus dasar bangsa di dalamnya terdiri dari Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhineka Tunggal Ika;
- Esensi nilai kebangsaan didalamnya terdiri dari nilai religius, nilai persaudaraan, nilai kerakyatan, nilai keselarasan, nilai keadilan, Demokrasi, kesamaan derajat, ketaatan hukum, kesatuan wilayah, persatuan bangsa, kemandirian, toleransi, keadilian dan gotong royong;
- Sejarah lahirnya Idiologi Pancasila dan mengenai tentang sejarah lambang negara kita yaitu (Garuda indonesia) Pancasila berada dalam rumusan Pembukaan UUD 1945;
- Pancasila tepat bagi bangsa Indonesia dan juga memiliki makna tertentu serta Pancasila adalah idiologi yang terbuka bagi keselarasan Warga Negara Indonesia sebagai dasar negara Indonesia;
- Kedudukan Pancasila adalah sebagai dasar negara, idiologi nasional, pandangan hidup bangsa;

Materi Pancasila Sebagai Identitas Bangsa di Era Disrupsi Informasi yang disampaikan Ka Prodi S 2 Komunikasi FISIP UNS Surakarta Bp. Dr.Andre Rahmanto, S.Sos, Msi sbb:
* Pancasila
- Pancasila digali dari nilai-nilai lokal yang dipadukan dengan idiologi besar dunia
- Pancasila dinamis dan responsif terhadap perkembangan zaman
- Membicarakan Pancasila saat ini berbeda dengan seperti pada era orde baru lebih terbuka dan partisipatif;

* Pancasila sebagai identitas
- ldentitas Nasional merupakan manifestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang pada aspek kehidupan sebuah bangsa dengan ciri khasnya, yang membuat berbeda dengan bangsa lain dalam kehidupannya
- Dalam masyarakat berjejaring, mengaburnya batas-batas kultural, tradisi bahkan politik, identitas merupakan "alat pertahanan diri"
- ldentltas yang tidak berakar pada pengalaman adalah fantasi, bukan identitas ->harus dipraktekkan
- Berfungsi sebagai pemersatu bangsa; pembeda dengan bangsa lain; landasan negara;

* Ancaman era disrupsi
- Penyebab pertama adalah terjadinya distorsi pemahaman Pancasila.la menyebut tak ada memori kolektif yang dimiliki generasi milenial terhadap Pancasila, sehingga radikalisme dan ideologi transnasional mudah diterima masyarakat
- Kerja sama dengan kementerian dan lembaga lain untuk menyusun ans besar pembinaan ideologi Pancasila, dengan harapan tak ada Pancasila versi lembaga x atau lainnya
- Masalah ketiga, adanya proses pelembagaan Pancasila yang lemah.

* Banjir informasi
- Media Massa tak lagi menjadi satu- satunya sumber informasi media Sosial lebih cepat memberikan informasi 

- 400 hingga 2.500 berita per hari per media online
- 6.000 twit di Twitter setiap detiknya;293.000 status FB setiap 60 detik; 2,2 miliar orang di seluruh dunia aktit di FB; 300 video per menit diunggah ke Youtube

* Dampak banjir informasi
- Informasi siapa yang patut di percaya
- Bagaimana menyaring informasi berguna
- Era banjir informasi = era ketidakpastian informasi

* Logika masyarakat informasi
- Paul Virilio: realitas kebudayaan dewasa ini digerakkan oleh logika dan obsesi akan kecepatan (era dromologi)
- Dromologi > karakter instangrusa-grusu- dromologi kebohongan. Hoaks menyebar lebih cepat dan lebih luas
- Post-truth: emosi dan perasaan lebih penting ketimbang takta dan data (Mclntyre, 2018)

* Post - Truth Era
- "Dalam era pasca-kebenaran", tulis Keyes, "batas antara ucapan yang benar dan dusta, antara kejujuran dan keculasan,fiksi dan non-fikst, Jadi kabur". Dalam era ini, kata Keyes pula dalam sebuah wawancara, "klta berbohong dan tak merasa malu atas tindakan klta" dan "kita berdusta tanpa benar-benar punya alasan untuk berdusta"
- Ketika saling mengelabui jadi pola umum percakapan,masyarakat akan mengalami kesulítan yang mendasar. Tak akan ada lagi apa yang disebut "modal soslal", yakni fondasi yang dibentuk oleh rasa saling percaya untuk merajut jaringan sebuah paguyuban. Saling curiga akan menggerogoti masyarakat dan menghabisinya sebagai energi yang hidup

* Media sosial dan Post Truth
- Keriuhan media sosial, merupakan salah satu muatan kunci dalam budaya post-truth.
- Di dalamnya terkandung unsur i-bite' di mana opini lebih kuat dan menenggelamkan bukti atau fakta
- Fenomena post-truth dapat dilukiskan dalam kalimat "Pendapatku lebih berharga daripada fakta-fakta."

* Informasi sebagai alat proxy war
- Proxywar adalah sebuah konfrontasi antara dua kekuatan besar dengan menggunakan pemain penggant untuk menghindari kontrontas secara langsung dengan alasan untuk mengurangi risiko Konflik langsung yang berisiko pada kehancuran fatal
- Proxy war merupakan kepanjangan tangan negara yang berupaya mendapatkan kepentingan.strategisnya namun menghindari keterlibatan langsung suatu perang yang mahal dan berdarah
- Dalam perang proxy tidak di ketahui dengan jelas siapa kawan dan siapa lawan karena musuh mengendalikan non state actors dari jauh

* Bentuk bentuk proxy war
- Investasi eksploitasi SDA
- Fakta perdagangan
- Black campaign jatuhkan indonesia
- Suap
- Hancurkan generasi muda
- Konflik donmestik
- Kuasai media
- Kuasai sarana informasi dan komunikasi

* Teknologi informasi dan nilai kultural
- Gaya bahasa, gaya berpakaian, pola konsumsi, dan teknologi informasi.
- Dicampuradukkan dengan bahasa Inggris sehingga muncul kata-kata "dicancel", "didelay", "disoundingkan', "menchallenge", "mengendorse", dan banyak kata campuran lainnya.
- Masyarakat menilai globalisasi telah mendorong terciptanya kecepatan, efisiensi, efektivitas yang bermuara pada kepraktisan dalam segala hal.
- Masyarakat majemuk: etnis, Bahasa, agama, geografis 

* Globalisasi informasi dan identitas bangsa
- Globalisasi melebur semua ldentitas menjadi satu
- Bangsa Indonesia dihadapkan pada problem krisis identitas; pengaburan identitas.
- ldentitas yang jelas, yang berbeda dengan kapitalis dan fundamentalis, yaitu Pancasila.
- Krisis identitas menyebabkan banyaknya perbedaan diantara golongan dan berdampak timbulnya konflik ataupun permusuhan.
- Nilai-nilai asli Indonesia seharusnya mampu mengakomodir semua kepentingan kelompok menjadi perpaduan serasi dan harmonis
- Nilai-nilai kearifan a.l ?emangat gotong royong, tolong menolong, kemajemukan, budi pekerti
- Budaya kebersamaan luntur oleh budaya pragmatis- transaksional

* Pancasila dan gotong royong
- Prinsip ketuhanannya harus berjiwa gotong royong (ketuhanan yang berkebudayaan,yang lapang dan toleran), bukan ketuhanan yang saling menyeràng dan mengucilkan.
- Prinsip internasionalismenya harus berjiwa gotong royong (yang berperikemanusiaan dan berperikeadilan), bukan internasionalisme yang menjajah dan eksploitatif.
- Prinsip kebangsaannya harus berjiwa gotong royong (mampu mengembangkan persatuan dari aneka perbedaan, "Bhínneka Tunggal Ika" ), bukan yang meniadakan perbedaan atau menolak persatuan
- Prinsip demokrasi juga harus berjiwa gotong royong (mengembangkan musyawarah mutakat), bukan demokrasi yang didikte oleh suara mayoritas atau minoritas elite penguasa-pemodal (minorokrasi).
- Prinsip kesejahteraannya pun harus berjiwa gotong royong (mengembangkan partisipasi dan emansipasi di bidang ekonomi dengan semangat kekeluargaan), bukan visi kesejahteraan berbasis individualisme-kapitalisme, bukan pula yang mengekang kebebasan individu seperti dalam sistem etatisme.

* Harmoni sosial
- Menjaga keterhubungan vs memutuskan hubungan
- Menjaga keselarasan vs menganggu keselarasan
- Mengelolah konflik dan bersikap peduli vs berkonflik terbuka

* Nilai nilai luhur budaya bangsa
- RUKUN DAN HORMAT
- Pembedaan yg menentukan bukan baik dan buruk tapi bijaksana dan bodoh (tidak bijaksana)
- Tindakan dikatakan benar dim arti moral jika sesuai dg prinsip-prinsip keselarasan, tidak tergantung dari kehendak dan maksud yang mendasarinya
- "aja tumindak grusa-grusu, nanging tumindak kanti landesan pikiran kang wening" (jangan bertindak terlalu terlalu cepat, tetapi bertindaklah dengan dasar pemikiran yang jernih)

* Nilai nilai luhur budaya bangsa
- TOLERANSI: Saling senyum, Saling sapa/tegur, Saling mengenal, Saling menghargai/menghormati (Timbul empati), Saling kerjasama (Gotong Royong) untuk memperoleh manfaat bersama.
- Sikap toleransi harus dilaksanakan oleh seluruh rakyat Indonesia, Khususnya masyarakat dan generasi muda (pelajar, mahasiswa dan pemuda), serta tokoh-tokoh agama.
- Khusus para pemuka agama dan tokoh masyarakat, hendaknya dapat meningkatkan komunikasi melalui DIALOG pada tingkat pimpinan, maupun akar rumput (grassroot).
- TOLERANSI dan KEDAMAIAN, harus ditingkatkan agar tidak terjadi konflik horizontal/sosial yang dapat memecah belah bangsa, serta demi terciptanya hidup yang rukun dan damai, dalam menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa.