NGOPI BARENG WALIKOTA DENGAN TOKOH AGAMA KATOLIK

Ditulis oleh | Tanggal | Dibaca

Pada hari Selasa tanggal 22 Maret 2022 pukul 20.00 s.d 22.05 WIB bertempat di Pendopo Gereja Santo Ignatius, Jln. Yos Sudarso No. 6, Magelang, telah dilaksanakan Ngopi Bareng Walikota Magelang didampingi Forkopimda Kota Magelang, bersama tokoh agama Katolik yang diikuti 50 orang. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain :
1. Walikota Magelang, dr H. M. Nur Aziz Sp. PD, KGH;
2. Wakil Walikota Magelang, KH Drs M. Mansyur M. Ag;
3. Dandim 0705/Magelang, Letkol Arm Rohmadi S.Sos, M. Tr (Han);
4. Kapolres Magelang Kota, AKBP Yolanda Evalyn Sebayang S.I.K, MM;
5. Kepala Kejaksaan Kota Magelang, Ibu Siti Aisyah, SH, MH;
6. Kepala Pengadilan Negeri Kota Magelang, Rios Rahmanto, SH, MH;
7. Kepala Kesbangpol Kota Magelang, Bpk. Drs. Agus Satiyo Hariyadi, M.Si;
8. Kepala Kemenag Kota Magelang, Drs. H. Sofia Nur, M.Pd;  
9. Kabag Prokompin Kota Magelang, Triyamto Sutrino  SS,.TP, MM;
10. Kabag Kesra Kota Magelang, Bapak Hadi Sutopo;
11. Danramil 01/Magelang Tengah, Mayor Inf Totok Yakobus S;
12. Camat Magelang Tengah, Teguh Tri Widada;
13. Romo Kevikepan Kedu, Romo Dodit Hariyono;
14. Romo Paroki Ignatius Magelang, Romo Petrus Suratmin, Pr;
15. Pimpinan Hotel Puri Asri, Bapak Sudarmono;
16. Dewan Harian Paroki Ignatius Magelang;
17. Para Ketua Wilayah se Paroki Ignatius Magelang.

Romo Vikep, Dodit Hariyono menyampaikan ucapan terima kasih kepada rombongan Bapak Walikota dan para tamu undangan, merupakan suatu kebahagiaan bagi kita dengan kedatangan tamu yang istimewa ini. Semoga nantinya membuat kita jadi Cerdas, menjadi pintar dan makin maju dengan adanya kegiatan Ngopi Bareng dengan Bapak Walikota Magelang ini.

Walikota Magelang dalam sambutannya mengatakan bahwa malam ini untuk yang keempat kalinya berkunjung kesini guna membahas perihal pembangunan Kota Magelang, kami baru saja mendapat surat dari Setara Institut bahwa Kota Magelang sebagai Kota Toleransi, oleh karena itu agar toleransi yang ada harus dapat mengalir secara bersama-sama dalam membangun kota ini dimana pada saat ini Kota Magelang sudah masuk PPKM Level 3.

"Membangun kota ini butuh take and give sehingga pemerintah harus dikritik dalam hal membangun Kota Magelang, saya ini siap 24 jam menerima kritik apapun baik itu berita gembira maupun buruk sehingga dapat dicarikan teknis solusinya. Sejak awal kami membuka/keterbukaan antara pemkot dengan semua elemen masyarakat, bahwa masyarakat yang lebih religius maka toleransi akan semakin berkembang maka dari itu kami merangkul kepada semua pihak untuk membangun Kota ini. Malam ini saya senang sekali karena bisa ngobrol dan tanya jawab dengan warga masyarakat khususnya warga umat katholik ini. Saya minta masukan - masukan agar sebagai pemicu kami dalam pembangunan. Semoga nantinya Kota kita ini dapat mewujudkan kondusifitas sehingga kedepannya berujung kepada kesejahteraan masyarakat," lanjutnya.

Pada kesempatan itu Kepala Kejaksaan Kota Magelang juga menyampaikan bahwa Kota Magelang banyak berbagai macam keberagaman agama dan alhamdulillah tetap damai. Didalam undang-undang disebutkan untuk mengadakan pembinaan, maka dari itu kita bersama-sama Forkopimda diharuskan untuk melakukan pembinaan supaya kita tetap solid dan selalu mengamalkan Pancasila. Kita juga melalukan pencegahan radikalisme. marilah kita bersama-sama untuk mengantisipasi adanya radikalisme tersebut dengan tetap menjaga keutuhan dan toleransi beragama. Mari kita bersama-sama bersinergitas menjaga stabilitas keberagaman dan kebhinekaan di negara kita.

Kapolres Kota Magelang dalam sessi tanya jawab berkaitan dengan pertanyaan dari peserta perihal kesadaran berlalu lintas menyampaikan bahwa untuk mematuhi peraturan lalu lintas kami sudah kerja sama dengan Pemkot Magelang dalam hal ini Dishub Kota Magelang perihal rambu lalu lintas. Di Kota Magelang banyak sekali jalur yang satu arah dan banyak persimpangan-persimpangan. Kesadaran berlalu lintas ini dikembalikan lagi kepada masyarakat, kita bangun bersama-sama, membangun kesadaran dalam berlalu lintas dengan terus mensosialisasikan tentang peraturan lalu lintas dimulai dengan usia dini, dengan strategi ini dimungkinkan akan berhasil. Kota Magelang untuk kecelakaan lalu lintas rendah/sedikit namun demikian setiap hari terjadi kecelakaan lalu lintas. Semoga kedepannya dengan sSosialisasi berlalu lintas kepada masyarakat maupun anak-anak untuk kesadaran berlalu lintas akan lebih tinggi lagi. Perijinan tentunya kalau kami sudah ada restu dan sudah di Acc dari Pemkot, kami tidak akan persulit, akan kita permudah.

Wakil Walikota Magelang juga menambahkan bahwa Magelang Kota Religius, Relegi adalah Kota Agama, karena relegi adalah kampung agama. Harapannya kampung agama kalau sudah jadi menjadi kampung yang beragam kerukunan, Bhineka, kampung yang berahlakul karimah, hidup yang rukun, tentram. Kita mengharapkan Magelang bisa hidup rukun, tentram saling berdampingan walaupun beda-beda agama dan keyakinannya.