Jumat tanggal 7 Januari 2022 bertempat di Karesidenan Kedu Kota Magelang pukul 20.00 WIB telah diselenggarakan Kegiatan Tahlil dan Yasin dalam rangka memperingati wafatnya Pangeran diponegoro dan pengikutnya. Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Walikota Magelang,Sekretaris Daerah Kota Magelang, Danramil Magelang Tengah, Tokoh Agama dan Jamaah Tahlil.
Acara dibuka dengan membaca Al Fatihah, dilanjutkan Sambutan Panitia, Pembacaan Tahlil dan Yasin yang dipimpin oleh Wakil Walikota Magelang, dan diakhiri dengan Sambutan Wakil Walikota.
Dalam laporannya panitia penyelenggara menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran Bapak Wakil Walikota dan Bapak Sekda. Pangeran Diponegoro merupakan tauladan bagi kita semua yang perjuangannya perlu disuritauladani kita semua sebagai generasi penerus bangsa. Harapannya dengan adanya kegiatan ini, menjadi moment titik tolak untuk kegiatan selanjutnya yang lebih besar lagi dengan mengikutsertakan berbagai pihak. Pelaksanaan yang sederhana ini mewakili kegiatan haul yang kosong dan tidak kehilangan makna akibat makna dilihat dari moment ini bisa direfleksikan nilai-nilai perjuangan beliau untuk kebaikan generasi yang akan datang ditengah konteks penjajahan jaman sekarang.
Wakil Walikota Magelang dalam sambutannta menyampaikan bahwa pada Haul dan Doa bersama memperingati ke167 tahun ini menjadi momentum yang sangat tepat mengingat pada tanggal 8 Januari 1855 merupakan hari wafatnya Pangeran Diponegoro bersama syuhada pejuang tanah Jawa yang telah gugur. Kegiatan ini dapar dimaknai sebagai wahana silaturahim diantara para ulama, umaro dan umat yang akan mempererat jalinan persaudaraan dan kekeluargaan diantara kita demi terciptanya kerukunan dan kebersamaan. Melalui kegiatan ini saya yakin menjadikan kegiatan yang penuh barokah dan diijabahkan sejalan dengan Visi Kota Magelang yang maju, sehat dan bahagia. Serta mewujudkan misi meningkatkan masyarakat yang religius, berbudaya, beradab, toleran, doa serta pengharapan berlandaskan iman dan taqwa.
Melalui momentum ini sangatlah tepat ditinjau dari aspek Maju. Kegiatan ini merupakan pola pikir maju, cepat dan tepat dalam mengambil keputusan tanpa meninggalkan hikmah dan esensi sejarah terdahulu. Kegiatan ini wujud ikhtiar dan tawakal kita di dalam menjunjung tinggi konsep dan tatanan nilai-nilai kebersamaan, bersatu, bersinergi dengan membuang jauh rasa egosentris. Berdoa bersama guna mewujudkan cita-cita agung demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
Aspek religius bahwa acara ini merupakan wujud nyata dari upaya peningkatan iman dan bahwa Pangeran Diponegoro merupakan seorang pejuang yang religius dan taat terhadap Perintah Allah. Untuk itu marilah kita panjatkan doa bersama bagi arwah Pangeran Diponegoro dan pengikutnya dengan membaca Ummul Kitab Al Fatihah, semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan petunjuk keselamatan serta meridhoi segala usaha yang kita lakukan dalam upaya meraih hari esok yang lebih cerah dan lebih baik.